Menko Zulkifli Hasan Bahas Kasus Beras Oplosan di Indonesia

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, beras merupakan bahan pokok bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi bahwa beras juga merupakan bahan pokok mentah yang harus diolah atau dimasak dulu agar dapat menjadi nasi yang matang dan siap dimakan.

Sebagian besar masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi tiga kali dalam sehari, bahkan ada yang lebih jika memang porsi makannya banyak.

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa kebutuhan beras di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya, hal ini dipengaruhi karena adanya pertumbuhan penduduk yang semakin pesat dan semakin padat.

Badan Pangan Nasional mengumumkan bahwa pada tahun 2024 lalu, kebutuhan beras di Indonesia meningkat dengan sangat drastis, yakni mencapai 31,2 juta ton, dan angka tersebut mencapai rekor tertinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya, pada tahun 2023 kebutuhan beras di Indonesia hanya sebesar 22,43 juta ton.

Badan Pangan Nasional mengklaim bahwa saat ini pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk terus memenuhi kebutuhan beras sebagai bahan pokok bagi seluruh masyarakat Indonesia, dan seluruh masyarakat juga berhak mendapatkan beras tanpa adanya ketimpangan sosial.

Sejak beberapa dekade yang lalu, negara Indonesia telah mempunyai perusahaan beras sendiri, yakni Perum Bulog Indonesia.

Perum Bulog mempunyai tugas untuk menjaga ketersediaan beras, menjaga keterjangkauan beras, menjaga kestabilan harga pangan pokok beras, dan menjaga kualitas beras.

Diketahui, saat ini telah terdapat beberapa merek beras nasional yang tersebar luas di seluruh daerah Indonesia, merek tersebut mempunyai branding yang berbeda-beda, dan setiap merek juga mempunyai mutu serta kualitas yang berbeda-beda juga.

Kualitas beras dapat dibedakan dengan harga per kg nya, semakin mahal harga beras tersebut, maka akan semakin bagus juga kualitas beras.

Meskipun mempunyai harga yang berbeda-beda, tetapi saat ini pihak pangan nasional dan Perum Bulog telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) bagi seluruh beras di Indonesia, jadi para produsen tidak boleh mematok harga diatas HET, jika hal tersebut dilakukan, maka pihak berwajib akan menindaktegas siapapun  yang melanggar aturan tentang HET.

Bukan hanya mempunyai aturan tentang HET saja, melainkan badan pangan nasional dan Perum Bulog juga mempunyai aturan tentang kategori kualitas beras di Indonesia, seperti beras medium dan beras premium,

Baru-baru ini, masyarakat sedang dihebohkan dengan adanya kabar bahwa terdapat beberapa merek beras premium yang dioplos dengan beras medium, dan beras tersebut dijual dengan harga yang sangat mahal seperti beras premium.

Banyak masyarakat yang resah dengan adanya fenomena tersebut, dan saat ini masyarakat mendesak kepada Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, dirinya mendengar dan merasakan langsung keluhan dari para masyarakat tentang adanya beras oplosan, dan saat ini juga dirinya telah berkoordinasi dengan beberapa pihak berwajib untuk menggelar operasi di sejumlah daerah rawan beras oplosan.

Zulkifli Hasan berkomitmen bahwa pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar kasus beras oplosan dapat segera diberantas sampai ke akar-akarnya.

 

Ratusan Merek Beras Oplosan

Mentan Ungkap 212 Merek Beras Diduga Oplosan, Ini Daftar dan Modusnya

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pada beberapa hari yang lalu, pihaknya telah berhasil menemukan 212 merek beras oplosan yang diduga tidak sesuai dengan standar kualitas, mutu, dan volume yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Andi Amran Sulaiman menjelaskan, barang bukti berupa 212 merek beras oplosan tersebut telah diamankan untuk dijadikan barang bukti, dan saat ini barang bukti serta kelanjutan kasus telah diserahkan ke pihak Kapolri dan Jaksa Agung.

Andi Amran Sulaiman juga menjelaskan bahwa 212 merek beras oplosan tersebut ditemukan di tempat yang berbeda-beda, dan saat ini penyebarannya sudah hampir menyeluruh di Indonesia.

Disisi lain, Andi Amran Sulaiman juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak perlu khawatir dalam membeli beras premium, karena saat ini pihaknya telah memblokir akses distribusi pabrik yang diduga melakukan praktik beras oplosan.

Berikut sejumlah ciri-ciri beras oplosan:

  1. Warna yang tidak seragam
  2. Ukuran butiran beras yang tidak sama rata
  3. Aroma yang tidak segar dan terlalu menyengat
  4. Tekstur nasi yang lembak dan tidak pulen
  5. Terdapat beberapa kotoran gabah atau pasir di dalam beras

Related posts